Kubu Raya post author Kiwi 24 Agustus 2026

Jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Pontianak Sukses Gelar Pengabmas di Teluk Kapuas: Edukasi Madu Kelulut Dukung Pencegahan Diare di Teluk Kapuas

Photo of Jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Pontianak Sukses Gelar Pengabmas di Teluk Kapuas: Edukasi Madu Kelulut Dukung Pencegahan Diare di Teluk Kapuas

KUBU RAYA, SP - Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Pontianak telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) di Desa Teluk Kapuas, Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan ini mengangkat tema edukasi pemanfaatan madu kelulut sebagai antibakteri alami dalam mendukung pencegahan diare akibat bakteri Escherichia coli.

Kegiatan ini merupakan upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Warga memperoleh informasi mengenai penyakit diare, penyebab, gejala, langkah pencegahan, serta pengenalan madu kelulut sebagai salah satu potensi lokal Kalimantan yang dapat dikaji manfaatnya bagi kesehatan.

Tim pengabdian dari Jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Pontianak dipimpin oleh Linda Triana bersama Emilda Sari dan Wahdaniah.
Penyuluhan disampaikan dengan bahasa sederhana agar masyarakat dapat memahami informasi kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman bahwa diare dapat ditandai dengan buang air besar cair berulang, sakit perut, mual, muntah, demam, dan lemas akibat kehilangan cairan.

Salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri E. coli tertentu yang dapat masuk melalui makanan, minuman, air, tangan, maupun peralatan makan yang tidak bersih.

Masyarakat diajak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah diare. Langkah yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengonsumsi air minum yang aman, memasak makanan hingga matang, serta menjaga kebersihan peralatan makan dan lingkungan.

Selain membahas diare, tim memperkenalkan madu kelulut yang dihasilkan lebah tanpa sengat dari kelompok Trigona, SP.
Madu kelulut diketahui mengandung sejumlah senyawa, termasuk flavonoid dan senyawa organik lainnya, yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri.

Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan madu kelulut berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri, termasuk E. coli, dalam kondisi pengujian tertentu. Namun, masyarakat diingatkan bahwa madu kelulut bukan pengganti oralit, pengobatan dari dokter, ataupun pemeriksaan tenaga kesehatan saat mengalami diare.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Teluk Kapuas diharapkan semakin memahami pentingnya pencegahan diare melalui kebersihan diri, makanan, minuman, dan lingkungan.

Poltekkes Kemenkes Pontianak berharap masyarakat juga dapat mengenal potensi madu kelulut lokal secara bijak, aman, dan berdasarkan informasi kesehatan yang benar. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda